Produsen Minyak Optimistis Pembatasan Produksi Disepakati

Doha – Negara-negara produsen minyak menggelar pertemuan dan konsultasi informal di Doha, Qatar pada Jumat (19/11). Para pejabat 11 negara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan non-OPEC optimistis mencapai kesepakatan pembatasan produksi OPEC di Wina 30 November mendatang. Pembahasan pemotongan produksi itu berdasarkan persyaratan yang diajukan pada pertemuan di Aljazair September lalu. Menteri Energi Qatar Mohammed Al-Sada setelah pertemuan mengatakan kepada wartawan bahwa konsutasi itu digelar di tengah suasana optimisme untuk mencapai kesepakatan. Al-Sada mengatakan pertemuan Jumat merupakan tindak lanjut pertemuan berkala negara-negara OPEC dan non OPEC untuk negosiasi stabilisasi produksi minyak. Soal pembekuan produksi minyak Iran dan Irak, ia mencatat bahwa pertemuan menyentuh pada semua hal yang berkaitan untuk menunjang peningkatan harga minyak. Diketahui, Irak dan Iran sama-sama tidak ingin memotong produksi. Menteri energi kedua negara mengabaikan pembicaraan hari ini. Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan, setelah bertemu negara OPEC di Doha, ia berpikir OPEC akan mencapai kesepakatan pembatasan produksi. “Kita sedang bergerak ke arah perjanjian, saya yakin bahwa hingga 30 November, negara-negara OPEC dan non-OPEC akan setuju,” kata Novak. Dia mengatakan, pertemuan itu sangat positif dan kesepakatan membatasi produksi semakin mendekati kenyataan. Novak menegaskan jika kesepakatan tercapai, Rusia siap bergabung dan membatasi produksinya. Novak menambahkan, pertemuan dengan mitranya Arab Saudi, Khalid al-Falih sangat konstruktif. Sementara Menteri Energi Libya Musa Koni menegaskan bahwa semua indikator mengonfirmasi kecenderungan mengurangi produksi. Koni mengatakan akan ada pertemuan minggu depan untuk Komisi Ahli guna mempertimbangkan masalah kuota produksi. Menteri Energi Aljazair Nouredine Boutarfa menekankan akan ada distribusi yang adil di antara para produsen minyak. Mekanisme akan mengacu pada tingkat produksi yang disepakati di Aljazair yakni 32,5 juta barel atau turun dari saat ini 33,24 juta barel. /WBP

Sumber: BeritaSatu