Tim Kecil Montara Perlu Direalisasikan

detik com Kasus tumpahan minyak dari ladang Montara yang mencemari Laut Timor hingga ke pantai-pantai dari 13 kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) belum juga tuntas. Pemerintah perlu membentuk tim kecil terpadu yang melibatkan berbagai pihak untuk mempercepat penyelesaian ledakan minyak dari kilang milik PTTEP Australasia itu.

Demikian disampaikan pakar pencemaran laut yang juga guru besar ITS Mukhtasor, Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Taoni, dan Direktur Ocean Watch Indonesia (OWI) Herman Jaya, Kamis (22/6). Penegasan tim kecil ini juga sempat dibahas dalam diskusi film A Crude Injustice yang disutradarai Jane Hammond yang dihadiri sekitar 30 media nasional dan luar negeri.

Ferdi menegaskan bahwa urgensi tim kecil tersebut agar penyelesaian kasus ini bisa menyeluruh dan komprehensif. Hal ini juga akan mempermudah tugas dan kinerja pemerintah dalam mempercepat penyelesaiannya. “Sesuai masukan dari masyarakat korban pencemaran yang kami temui maka usulan tim kecil ini juga sudah kami sampaikan kepada Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan,” kata Ferdi.

detik com Dia menjelaskan bahwa tim kecil tersebut juga merupakan realisasi atas pertemuan Luhut B Panjaitan dengan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop pada 6 Maret 2017 lalu. Hal itu juga menunjukkan bahwa komitmen pemerintah Australia perlu direspons atas tragedi yang terjadi sejak 21 Agustus 2009 ini.

“Menjelang masuk tahun ke delapan, momentum penyelesaian kasus ini menunjukkan titik terang karena pemerintah Australia yang ikut bertanggung jawab pun mau bekerja sama dengan pihak-pihak terkait. Ini perlu diwujudkan dalam tim kecil yang melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan dari korban dan pemerintah daerah,” ujar Ferdi.

detik com Mukhtasor dan Herman menambahkan bahwa keberadaan tim kecil tersebut sangat mendesak dan diperlukan untuk mempercepat koordinasi yang selama ini sulit terwujud. “Ada banyak pihak yang perlu dilibatkan dalam kasus ini sehingga keberadaan tim perlu untuk memudahkan koordinasi,” kata Mukhtasor yang juga Ketua Asosiasi Energi Laut Indonesia ini.

Sementara itu, dalam film yang baru pertama diputar terbuka di Indonesia, Jane menampilkan sangat jelas sejumlah bukti dari pencemaran yang merusak rumput laut dan mematikan banyak ikan sehingga masyarakat pesisir pun kehilangan mata pencaharian. Lebih dari itu, para korban juga diserang penyakit akibat pencemaran cukup dahsyat dan diduga dari larutan kimia dispersan (Corexit 9500) untuk menenggelamkan minyak dari permukaan air. detik com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *