PSSI Bubar? Nugraha Besoes: Jangan Lupakan Sejarah!

Sekjen PSSI di era kepemimpinan Nurdin Halid ini meminta kepada semua pihak untuk berpikir jernih. Menurutnya, PSSI adalah bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan seharusnya hal tersebut tidak boleh dilupakan.
Marilah berpikir dulu, jika ada tikus di lumbung padi jangan lumbungnya yang dibakar. Tikusnya saja dibersihan. Bukan tidak boleh membentuk federasi baru, tapi mari kita jangan melupakan sejarah, ujar Nugraha Besoes di Jakarta beberapa waktu lalu.
Jangan melupakan sejarah dan jangan juga kemudian membiarkan sejarah itu tak bernilai. Tidak susah untuk membentuk federasi baru, tapi kalau PSSI-nya masih ada, nanti FIFA bertanya yang membubarkan siapa? Ujung-ujungnya balik ke statuta lagi, imbuhnya.
Dulu itu yang tidak diakui adalah pengurusnya oleh FIFA. Kalau sekarang ini pengurusnya diakui FIFA. Hati-hati lho kalau berniat membubarkan PSSI. Yang mengajukan federasi baru itu yang anggota, papar Nugraha Besoes.
Salah satu pihak yang menyerukan pembentukan federasi sepakbola baru adalah Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (BASRI). Pembentukan federasi baru memang memungkinkan. Jika disetujui, segera daftarkan ke FIFA. Yang terpenting diakui oleh pemerintah dan digulirkan kompetisi. Secara otomatis yang lama (PSSI) rontok, tandas Ketua Umum BASRI, Eddy Sofyan.
Susun pengurus baru, ajukan ke FIFA. Kita kembalikan ke voter-voter apakah ada keinginan untuk merevolusi mental dan memperbaiki sepakbola Indonesia? Kalau iya, itu bisa dilakukan, tandasnya.

cn-liqing.com game judi online Sumber: Sidomi