Persis Solo Masih Butuh Jendral Lapangan

Solopos.com, SOLO Persis Solo gagal memetik kemenangan saat latih tanding melawan tim Mardi Anggo Tobing Swanitro (MARS) di Stadion Sriwedari, Solo, Kamis (9/3/2017) sore. Mereka ditahan 1-1 oleh pemuncak klasemen sementara klub internal PSSI Solo itu.
Persis Solo sempat unggul melalui gol Dedi Cahyono dari titik putih pada menit ke-25. Namun, MARS mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-30 melalui gol Andri Arianto. Gol penyama kedudukan itu tidak lepas dari peran Andrid Wibawa. Pemain yang saat ini memperkuat Sragen United itu melepaskan tendangan yang dihalau Agung Prasetya. Bola pantulan itu langsung dijebloskan ke gawang oleh Andri Arianto.

Persis Solo menggunakan formasi 4-3-3 dengan memasang pemain anyarnya Bakori Andreas sebagai sayap kanan, sedangkan Dedi Cahyono di sayap kiri. Keduanya menopang Tri Handoko sebagai striker tunggal. Sedangkan Eli Nasoka, Ainuddin Devira, dan Sulthon beroperasi di lini tengah. Di lini belakang diisi oleh Akbar, Liswanto, Gufron, dan Andri Ariza. Penjaga gawang dipercayakan kepada Agung Prasetya.
Pada babak kedua, pelatih Yudi Suryata memberikan kesempatan bagi enam pemain lainnya, yakni Joko Prayitno, Ade Kurniawan alias Aldo, Bayu Andra, Ikris, Bayu Nugroho, dan Adha Nurrakhim. Meskipun laga latih tanding, namun pertandingan tersebut berjalan dengan tensi tinggi. Terbukti dengan satu kartu merah untuk Haryadi yang memprotes keras wasit saat menunjuk titik putih. Selain itu, wasit juga terpaksa mengeluarkan enam kartu kuning untuk kedua tim.
Pemain jebolan Persis Junior, Restu, justru tampil bagus pada pertandingan tersebut. Meskipun baru bermain pada menit ke-35, menggantikan Ainuddin Devira, Restu beberapa kali menjadi kreator serangan Persis Solo. Dia juga rajin turun membantu pertahanan tim dan merebut bola yang dikuasai lawan.
Permainannya yang menonjol mendapat respon positif dari pelatih Persis Solo. Yudi menilai penampilan Restu terus meningkat sejak awal setelah seleksi sampai saat ini. Restu juga sempat mencuri perhatian pelatih, saat bermain cukup baik ketika menjamu Persijap Jepara di Stadion Manahan Solo, beberapa waktu yang lalu.
Kami melakukan evaluasi rutin. Evaluasi tidak selalu untuk mencoret pemain tetapi juga untuk menaikkan dan menurunkan grid. Kemungkinan degradasi dari gridnya juga bisa atau sebaliknya. Misalnya Restu, ibaratnya dia dari grid paling bawah tetapi gridnya naik terus karena penampilannya konsisten. Jadi, dia promosi ke grid yang lebih tinggi, jelas Yudi kepada wartawan setelah pertandingan.
Setelah dicoretnya Agung Budi Prasetyo alias Wowot dari skuat tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu, Yudi mengaku tidak mempunyai jendral lapangan. Dia pun meminta kepada manajemen agar segera mendatangkan gelandang yang mampu menjadi pemimpin tim.
Saya meminta satu gelandang lagi yang bisa jadi jendral di lini tengah. Kami tidak memiliki leader. Kami menginginkan gelandang yang bisa jadi leader. Kami membutuhkan pemain dengan kemampuan seperti itu, ujarnya.
Mengenai penampilan anak-anak asuhannya, Yudi menilai masih jauh dari yang diharapkannya. Menurutnya, Liswanto dkk. terbebani keinginan untuk menang, sehingga permainan mereka justru tidak berkembang. Sulit sekali mengembangkan permainan. Seringkali bola dari belakang langsung ke depan. Permainan satu-dua tidak diperagakan, tandas Yudi.

lowongan kerja lowongan kerja Bombay Gordyn, informasi selengkapnya KLIK DISINI

cn-liqing.com sbobet 168 Sumber: Solopos