Mukomuko Pertanyakan Alasan Pabrik Beli Sawit Murah

Mukomuko – Pejabat Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mempertanyakan alasan sejumlah pabrik di daerah itu membeli sawit petani dengan harga murah dibandingkan dengan harga ketetapan tim perumus harga komoditas perkebunan. “Kami akan berkoordinasi dengan dua pabrik di daerah ini untuk mempertanyakan alasan pabrik membeli sawit petani dengan harga murah,” kata Kabid Perkebunan Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (DP3K) Kabupaten Mukomuko, Sudianto di Mukomuko, Kamis (6/10). Sejumlah pabrik di Kabupaten Mukomuko membeli TBS kelapa sawit petani setempat dengan harga murah dibandingkan dengan harga ketetapan tim perumus harga komoditas perkebunan sebesar Rp 1.516 per kilogram (kg). Ia mengatakan, pabrik yang membeli sawit petani dengan harga murah, yakni PT Sapta Sentosa Jaya Abadi (SSJA) dan PT Karya Sawitindo Mas (KSM). “Pabrik PT SSJA membeli sawit petani sebesar Rp 1.375 per kg dan PT KSM sebesar Rp 1.410 per kg,” ujarnya. Sedangkan, lanjutnya, pabrik lain membeli sawit petani sesuai dengan harga ketetapan tim perumus, yakni PT Mukomuko Indah Lestari (MMIL) Rp 1.450 per kg. Kemudian, PT S3 sebesar Rp 1.450 per kg, PT SAP Rp 1.480 per kg, PT AMK Rp 1.460 per kg, PT KAS Rp 1.450 per kg, PT Daria Darma Pratama (DDP) Kecamatan Ipuh dan PT DDP Desa Lubuk Bento masing-masing sebesar Rp 1.450 per kg, dan PT BMK Rp 1.510 per kg. Ia mengatakan, seharusnya sanksi terhadap pabrik yang membeli sawit petani setempat dengan harga rendah tidak hanya teguran tetapi juga denda agar ada efek jera. “Kami sudah sering mengusulkan sanksi denda kepada pemerintah provinsi setempat. Sanksi ini disepakati bersama oleh pemerintah setempat dengan seluruh pabrik,” ujarnya. /MUR

Sumber: BeritaSatu