Modal Awal Era Mourinho Di United

Janjinya untuk mengembalikan United ke masa kejayaan mereka beberapa tahun lalu tentu bisa dimulai dengan mengangkat trofi pertama mereka musim ini.
Memang, dibanding Premier League atau FA Cup, EFL Cup mungkin hanyalah kompetisi ‘kasta ketiga’. Namun, bagi Mourinho mungkin kompetisi ini lebih dari itu. Pada kedatangan pertamanya ke Inggris, musim 2004/05 sebagai pelatih Chelsea, trofi pertama yang ia persembahkan adalah dari kompetisi ini. Meskipun berhasil menjuarai Premier League pada musim yang sama, tentu memenangkan trofi EFL Cup kala itu seakan membuka keran kesuksesan bagi Mourinho di Inggris.
“Ketika kamu merasakan sesuatu yang bagus, maka kamu ingin mengulanginya,” ujar Mourinho. “Ketika kamu terbiasa untuk menang, ketika kamu gagal, kamu akan merindukannya. Kamu tidak akan menerima bahwa kamu tidak menang dan kamu akan terus berusaha untuk mengejar kesuksesan, jadi menurutku itu adalah hal yang bagus bagi para pemain jika kami berhasil memenangkan satu trofi lainnya.”

Sejauh ini, pekerjaan yang dilakukan Mourinho untuk United mulai menunjukkan hal-hal positif. Mewarisi tim yang finis di peringkat kelima musim lalu dan memiliki beberapa kekuarangan pada aspek kedalaman skuat, Mourinho berhasil menyelesaikan setidaknya beberapa masalah tersebut. Zlatan Ibrahimovic, Paul Pogba, Eric Bailly, dan Henrikh Mkhitaryan didatangkan untuk memperdalam skuat mereka. Meskipun isu kedalaman skuat itu masih ada, setidaknya kini United sudah memiliki skuat yang cukup untuk bertarung di beberapa kompetisi.
Tentu, kini United datang dengan status mereka sebagai unggulan. Selain karena materi pemain dan performa yang lebih konsisten, sejarah pun turut berpihak pada mereka. Southampton belum sekalipun menang atas United dalam fase knockout turnamen apapun sejak 1986. Namun, terakhir kali kedua tim ini bertemu pada partai puncak sebuah turnamen, Southampton keluar sebagai pemenang. Kala itu turnamen FA Cup pada tahun 1976 dimana The Saints mendapatkan hasil 1-0 atas The Red Devils.
Mental United sendiri tengah berada di atas angin. Pada akhir pekan lalu, mereka baru saja mengalahkan Blackburn pada ajang FA Cup. Terdengar biasa saja memang, namun pada pertandingan tersebut United tertinggal lebih dulu dari lawannya tersebut. Ketenangan yang ditunjukkan oleh anak asuh–dan tentunya intervensi Ibra dan Pogba dari bangku cadangan–membuat mereka melangkah lebih jauh di FA Cup musim ini.
“Semua orang yang menonton pertandingan kami akan langsung menyadari bahwa ada tim besar yang bermain karena kami berhasil mengendalikan semua pertandingan atau setidaknya sebagian besar,” ujar Ander Herrera pasca laga melawan Blackburn. “Ketika Blackburn mencetak gol, kami tetap tenang dan menciptakan banyak peluang. Kami menunjukkan setidaknya kami memang sulit dikalahkan.”
Mentalitas yang sama tentu harus ditunjukkan oleh United pada pertandingan final EFL Cup. Dengan tekanan tingg di pertandingan tersebut, tentu tidak menutup kemungkinan bahwa Southampton bisa unggul atas mereka di pertandingan nanti. Bila mereka mampu melewati itu semua nantinya, tentu keberhasilan mereka menjuarai kompetisi ini bisa menjadi awal dari trofi-trofi lainnya di era Mourinho.

cn-liqing.com sbobet 168 Sumber: Supersoccer.co ID