Ilustrasi (Sky Sports)

Angka itu berdasarkan hasil pendapatan yang mereka raih sepanjang musim lalu (2015-16).

Dilansir dari Four Four Two, Rabu (1/3), pendapatan The Reds meningkat 3,9 juta Pounds atau setara Rp 64,2 miliar lebih dibandingkan musim sebelumnya.

Kenaikan itu didapat dari sektor pendapatan hak siar yang meningkat 1,2 juta Pounds, dan pendapatan pertandingan yang meningkat 3,4 juta Pounds. Namun dari sektor komersial, pendapatan Liverpool menurun 0,7 juta Pounds.

Meski pendapatan Liverpool meningkat, secara total klub yang bermarkas di Anfield itu malah mengalami kerugian sebesar 19,8 juta Pounds atau setara Rp 325 miliar lebih.

Diyakini hal itu tak lepas karena kebijakan transfer klub yang mendatangkan sejumlah pemain baru seperti Roberto Firmino, James Milner, Marko Grujic, Danny Ings, Nathaniel Clyne dan Joe Gomez, pada musim lalu.

Sempat tampil superior di paruh pertama musim 2016-17, namun performa The Reds terjun bebas dengan sering mengalami kekalahan sejak pergantian kalender 2017.

Terbaru mereka kalah 1-3 atas tuan rumah Leicester City pada pekan ke-26 kemarin, sehingga mereka masih tertahan di peringkat kelima klasemen sementara liga dengan poin 49, berselisih satu poin atas Manchester United yang masih mengantongi satu laga sisa.

cn-liqing.com sbobet 168 Sumber: Analisa