Diego Simeone Pindah Ke Inter? Belum Tentu Sehebat di Atletico Madrid!

Jumat ini, yang menandai lima tahun kerjasama El Cholo bersama Rojiblancos, Simeone menyebut sulit mencari klub lain seperti ATM. Apakah ini berarti, andai nantinya sang pelatih pindah ke Inter, ia tak akan mampu membuat klub Italia itu berjaya?
Diego Simeone dan Atletico Madrid ibarat jodoh yang sudah ditakdirkan surga. Kolaborasi dua pihak ini mengangkat Atleti dari masa-masa buruk ke era kejayaan. Bersama Simeone, Rojiblancos kembali bisa merasakan nikmatnya tampil di Liga Champions. Bahkan meraih gelar Copa del Rey, Liga Spanyol, Liga Europa, Piala Super Eropa, dan Piala Super Spanyol.
Namun, Diego Simeone justru mengambil langkah kontroversial. Ia memutuskan untuk memotong masa kontrak yang awalnya sampai 2020, menjadi hingga 30 Juni 2018 saja. Artinya, bisa jadi, kecuali terjadi keajaiban, musim depan adalah musim terakhir Simeone untuk Atletico Madrid.
Kepada Marca, Diego Simeone mengungkap alasan di balik keputusannya itu, Sulit menemukan tim yang lebih baik dari Atletico. Mengurangi durasi kontrak saya adalah yang terbaik untuk klub. Saya harus terus menuntut diri sendiri agar bisa berkembang lebih jauh.

Diego Simeone mengakui, berada di Atletico Madrid berarti harus siap dengan kemungkinan kekurangan bujet untuk membeli pemain. Ia pernah merasakan ketika ATM harus bersusah payah menahan Radamel Falcao untuk tidak hengkang pada musim panas 2012.
Hubungan kami (antara pelatih dan petinggi klub) baik; petinggi klub bisa menjaga Radamel Falcao (untuk menunda kepindahan) di saat yang sangat sulit, dan hal ini tidak mudah. Jika kami bisa terus mendorong agar bisa mencapai tujuan bersama, saya yakin akan ada banyak hal apik di kemudian hari.
Diego Simeone sendiri menegaskan, dirinya belum tentu hengkang pada akhir musim 2017/2018. Saat ini segala opsi terbuka untuknya; tetapi media terlanjur memberitakan, tahun depan adalah tahun terakhirnya menjadi pelatih Atletico Madrid.

cn-liqing.com game judi online Sumber: Sidomi