Polres Jakut Ciduk 7 Tersangka Kerusuhan Penjaringan

Jakarta – Kepolisian Resort (Polres) Metro Jakarta Utara kembali mengamankan tujuh orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kerusuhan di wilayah Jalan Gedong Panjang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada Senin (7/11) sekitar Pukul 11.00 WIB kemarin. Kerusuhan itu juga diwarnai dengan penjarahan sebuah minimarket. “Tujuh orang ini statusnya hanya anak buah saja. Kita masih kejar dan buru otak pelaku yang menggerakan massa dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan kerusuhan di wilayah Penjaringan dan sekitarnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Yuldi Yusman, Selasa (8/11) ketika dihubungi Suara Pembaruan. Mereka yang diciduk yakni: AS (16), DLS (35), FKI (15), FS (43), GTS (16), MYS (15), NS (17) yang berasal dari dua wilayah berbeda meski berdekatan yakni Kampung Muara Baru dan Kampung Luar Batang. “Para pelaku ini kita tangkap berdasarkan informasi dari ke-15 pelaku sebelumnya yang kita amankan. Kebanyakan mereka memang berasal dari anak di bawah umur, tapi ada juga pria dewasa yang turut melakukan tindakan penjarahan,” tuturnya. “Dari pergerakan mereka ini terlihat sangat terstruktur dan seperti sudah direncanakan dan digerakkan dari belakang. Jadi kita pasti akan terus selidiki provokator pelaku tindakan kriminalitas di Penjaringan,” tegas Yuldi. Dari ke-7 pemuda yang diamankan tersebut, GTS, MYS, AS, NS, dan FS diketahui merupakan warga Luar Batang, sedangkan FKI, DLS merupakan warga Muara Baru. “Ketujuh orang yang kita amankan itu, MYS, GTS, dan FKI terbukti melakukan penjarahan di minimarket, dan DLS kita serahkan ke Satres Narkoba karena terbukti positif mengedarkan sabu, sedangkan AS, NS, dan FS kita kembalikan ke pihak keluarga karena tidak memenuhi unsur pelaku dan barang bukti yang tidak cukup,” tandasnya Sampai hari ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pencarian terhadap otak pelaku yang menggerakkan massa yang didominasi anak muda dengan usia berkisar 15-22 tahun tersebut. Carlos Roy Fajarta/CAH Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu