11 Tewas Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Jatim

Probolinggo – Korban tewas dalam kecelakaan lalu lintas (laka lantas) maut yang melibatkan mobil Toyota Kijang LG-X nopol P-857-VH kontra truk trailer nopol L-8022-UF di jalan raya Leces, masuk wilayah Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur (Jatim), menjadi tujuh orang, Sabtu (3/9) malam. Satu korban tambahan merupakan korban luka berat yang sempat dirawat di RSUD dr Moh Saleh, Kota Probolinggo. Seluruh jenazah laka lantas yang masih satu kerabat dalam mobil Toyota Kijang tersebut, dimakamkam di tempat pemakaman umum (TPU) Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Minggu (4/9). “Ketujuh korban laka lantas itu termasuk Margono (63), sopir mobil Toyota Kijang LG-X, warga Dusun Garahan Jati, RT-01/RW-03, Desa Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol RP Argo Yuwono yang dikonfirmasi Suara Pembaruan, Minggu (4/9) pagi. Ketujuh korban tewas dalam kecelakaan di Jalan Raya Malasan Kulon KM 118, Leces, Kabupaten Probolinggo itu selain sopir Margono, juga penumpang mobil Toyota Kijang LGX lainnya, Wibisono (71), Dusun Curahlembu RT-01/RW-13, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Desy Wulandari (38), Busriyanto (35), Murniasih (60), Nafisa Sasa Nadiro (3,5 tahun), dan Lesiza Rizky (1,5 tahun), seluruhnya warga Dusun Garahan Jati, RT-01/RW-03, Kelurahan Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Menurut Kombes Pol RP Argo Yuwono, kecelakaan itu berawal dari mobil Toyota Kijang yang mengangkut tujuh penumpang mengalami oleng ke kanan jalan. Nahas, dari arah berlawanan datang truk trailer sehingga terjadi tabrakan adu kepala secara fatal. “Tabrakan itu sendiri terjadi Sabtu sore, pukul 16.45 WIB. Selain meminta korban jiwa, tabrakan yangh menutup ruas jalan Probolinggo-Lumajang dan Jember itu macet total dan baru terurai sekitar pukul 20.00 WIB,” ujar Argo Yuwono, sambil membenarkan bahwa sopir truk trailer bernama Arif Mustofa selamat dan hanya mengalami luka ringan. Laka Lantas di Malang Laka lantas maut juga terjadi di Kota Malang, Sabtu (3/9) malam. Seorang pengendara sepeda motor, Budi Hartono (29) warga Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, tewas akibat kepalanya dilindas truk pengangkut tebu di atas jembatan Sungai Brantas, Jalan Gatot Subroto, Kota Malang. Budi terlindas truk setelah terjatuh akibat menabrak sebuah tong di sisi kiri jembatan dari arah utara. “Korban melaju dari arah utara ke selatan. Ia menabrak tong, kemudian terjatuh dan terlindas truk sarat muatan tebu. Peristiwa yang terjadi pukul 22.30 Wib itu sempat memacetkan lalu lintas di sekitar Kampung Warna Warni hingga sekitar pukul 23.30 Wib,” ujar Kasat Lantas Polres Malang Kota, AKP David Priyo Prasojo. 3 Korban Tewas di Mojokerto Laka lantas juga menjadikan Robbani (56) warga Gotehan Wonomerto, RT-03/RW-02, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, pengendara motor Honda nopol S-5450-SF melaju dari arah Kota Mojokerto (utara) ke selatan (Trowulan) tewas di Jalan Raya Trowulan, Desa Jati Pasar, Kecamatan Trowulan, Minggu (4/9) pagi. Korban terjatuh ke aspal jalan setelah motornya oleng. Beberapa menit sebelumnya, juga pengendara motor nopol AG-5331-VU dari arah Surabaya menuju Jombang, Jamirin (28) warga Dusun Sumbermunung RT-04/RW-15, Desa Joho, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, tewas di Jalan Raya Trowulan, Dusun Wringin Lawang, Desa Jati Pasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. “Jenazah korban laka lantas dievakuasi ke kamar mayat RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk divisum,” ujar Kanit Laka Polsek Trowulan, AKP Suwarso. Seorang karyawan pabrik kertas, Nanang Susanto (39) pengendara motor Honda Astrea nopol S-6866-QK warga Dusun Balongcangkring, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, tewas ketika dihantam motor Yamaha Yupiter nopol S-5084-RK yang dikendarai Wahyu Ferdianto (16) warga Dusun Banjar Melati, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Minggu pagi. Tabrakan maut terjadi di ruas jalan Dusun Bungkem, Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, saat Wahyu sedang melakukan tes drive balap liar. Saksi mata, Firdaus (19) menuturkan, jika Wahyu melaju dari arah barat ke timur, lalu balik arah memacu motornya dengan kecepatan tinggi. “Saat balik arah itu, tiba-tiba muncul pengendara motor dari arah berlawanan dan keduanya saling bertabrakan,” tandasnya. Aries Sudiono/FER Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu